BLOG PELAJAR YANG MENGEJAR CITA-CITA

Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 November 2018

BERITA PEMERINTAHAN DAN INTELIJEN

Pangeran Saudi Sebut CIA Tak Bisa Dipercaya soal Pembunuhan Khashoggi


Pangeran Saudi Sebut CIA Tak Bisa Dipercaya soal Pembunuhan KhashoggiJamal Khashoggi (Foto: BBC World)
Abu Dhabi - Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (AS) atau CIA disebut memiliki rekaman percakapan telepon yang berisi instruksi Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) untuk membunuh Jamal Khashoggi. Pangeran senior Arab Saudi, Turki Al-Faisal mengatakan CIA bukan merupakan sumber terpercaya untuk mengungkap kasus ini.

"CIA bukanlah suatu standar tertinggi dalam kebenaran atau akurasi dalam menilai sebuah situasi. Ada banyak contohnya," ujar Al-Faisal dilansir dari Reuters, Minggu (25/11/2018).


Al-Faisal merupakan mantan pimpinan intelijen Saudi dan Duta Besar Saudi untuk AS. Ia mencontohkan saat CIA menyebut soal kepemilikian senjata kimia Irak yang menyebabkan terjadinya invasi AS ke Irak pada 2003.

"Kejadian itu merupakan yang paling nyata dari sebuah kesalahan dan ketidakakuratan yang menyebabkan perang dan ribuan orang terbunuh," tuturnya.

Pangeran Saudi Sebut CIA Tak Bisa Dipercaya soal Pembunuhan KhashoggiPangeran Turki Al-Faisal/Foto: Dok. Istimewa

"Makanya saya heran AS tidak mengadili CIA. Ini adalah jawaban saya untuk penilaian mereka tentang siapa yang bersalah dan siapa yang tidak, dan siapa yang melakukan apa di konsulat di Istanbul," imbuh Al-Faisal.



Sebelumnya, CIA disebut memiliki rekaman percakapan telepon yang berisi instruksi Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) 'untuk membungkam Jamal Khashoggi sesegera mungkin'.

Seperti dilaporkan media lokal Turki, Hurriyet Daily News, Jumat (23/11), informasi tersebut diungkapkan oleh kolumnis Hurriyet, Abdulkadir Selvi, dalam laporan terbarunya pada Kamis (22/11) waktu setempat, dengan mengutip sumber-sumber yang memahami isu tersebut.

Disebutkan Selvi dalam laporannya bahwa Direktur CIA Gina Haspel 'mengisyaratkan' dalam kunjungan ke Ankara bulan lalu, soal keberadaan hasil penyadapan panggilan telepon antara MBS dengan adiknya, Pangeran Khalid bin Salman (KBS), yang menjabat sebagai Duta Besar Saudi untuk AS.



Menurut sumber-sumber yang dikutip Selvi, MBS dan adiknya terdengar membahas 'ketidaknyamanan' yang muncul akibat kritikan Khashoggi untuk pemerintah Saudi yang disampaikan terang-terangan di depan publik. Tidak disebut lebih lanjut kapan panggilan telepon itu dilakukan.

"Disebutkan bahwa Putra Mahkota (MBS-red) memberikan instruksi untuk membungkam Jamal Khashoggi sesegera mungkin dan instruksi ini terekam dalam penyadapan CIA," sebut Selvi dalam laporannya.
(tsa/jbr)
Share:

BERITA TERORISME DAN KRIMINALISME

ISIS Klaim Dalangi Teror Bom di Pertemuan Ulama di Afghanistan

ISIS Klaim Dalangi Teror Bom di Pertemuan Ulama di AfghanistanBom bunuh diri terjadi di Afghanistan. (Foto: Reuters)
Jakarta - ISIS mengklaim bertanggung jawab atas ledakan di sebuah masjid di provinsi timur Khost Afghanistan. ISIS mengklaim teror bom itu menewaskan setidaknya 50 orang dan 100 lebih orang terluka.

"Sekitar 50 tentara Afghanistan tewas dan 110 luka-luka ketika seorang syahid meledakkan dirinya pada Jumat," demikian klaim ISIS lewat media internal mereka, Amaq, seperti dilansir Reuters, Sabtu (24/11/2018).



Sementara para pejabat keamanan di daerah itu mengatakan ledakan di sebuah masjid di pangkalan militer itu menewaskan sedikitnya 26 orang dan melukai 50 lainnya.

Sebelumnya diberitakan, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Najib Danish, mengatakan teror tersebut berlangsung ketika para ulama berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ledakkan bom ini juga menewaskan tiga pejabat pemerintahan.


"Seorang pembom bunuh diri meledakkan bomnya di dalam aula pernikahan tempat para ulama Islam berkumpul untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad," kata Danish, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (20/11).
(jbr/tsa)
Share:

BERITA POLITIK

Prabowo Dapat Dukungan dari Seorang Warga Keturunan Tionghoa

Prabowo Dapat Dukungan dari Seorang Warga Keturunan TionghoaPrabowo bersama seorang warga keturunan Tionghoa/Foto: dok. BPN Prabowo-Sandiaga
Bondowoso - Capres Prabowo Subianto sempat berdialog dengan seorang warga keturunan Tionghoa saat berkunjung ke Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Prabowo mendapatkan dukungan dari warga keturunan Tionghoa itu.

Peristiwa itu terjadi saat Prabowo hendak berangkat ke pondok pesantren Al-Ishlah, Sabtu (24/11). Saat itu, ia sedang beristirahat di Hotel Ijen View Bondowoso ketika tiba-tiba saja dihampiri seorang pria warga keturunan Tionghoa. Pria yang enggan disebutkan namanya itu bersama anak dan istrinya.

"Pak Prabowo saya mengagumi Bapak, saya mendukung Bapak, kami mendukung Bapak, saya berharap yang terbaik untuk Bapak," ujar pria tersebut sambil menggenggam tangan Prabowo, dalam keterangan tertulis Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Minggu (25/11/2018).

Prabowo dan pria tersebut kemudian sempat berbincang. Prabowo mengucapkan terima kasih.

Ia mengatakan perjuangannya bersama Sandiaga adalah untuk membela seluruh kelompok dan golongan demi menciptakan keadilan dan kemakmuran.


"Terima kasih, Pak, terima kasih atas dukungan Bapak. Perjuangan saya adalah untuk membela seluruh kelompok dan golongan agar anak cucu kita hidup makmur," tutur Prabowo.

Capres nomor urut 02 itu juga sempat berbincang dengan anak dari pria tersebut. Prabowo berharap sang anak bisa membahagiakan kedua orangtuanya dan berbakti kepada bangsa dan negara.

"Wah, hebat anak ini. Jadi anak yang membahagiakan kedua orang tua ya, banggakan orang tuamu, dan jadilah anak yang berguna untuk bangsa dan negara," ujarnya.

Share:

JADWAL SHOLAT


jadwal-sholat

MOTTO

kegagalan adalah tangga keberhasilan asal kita terus berusaha

JAM DIGITAL